Wednesday, 3 December 2014

Privat Bahasa Inggris


Apa yang akan anda lakukan jika tawaran yang datang lebih menarik dari apa yang anda miliki saat ini. Pasti akan lebih baik jika memilih sesuatu yang lebih dalam segi ukuran dan takaran, akan tetapi belum tentu baik dalam segi kualitas dan kuantitas. Namun apakah begitu mudahnya bagi kita untuk menerapkan dalam keadaaan yang kita hadapi.
Saya menghadapi ketidakpastian juga,
Beberapa minggu lalu saya telah memulai les privat bahasa inggris, saya memilih bidang ini dengan alasan lebih mudah dijalani dan saya juga menyenangi, kelas yang ditawarkan bervariasi, mulai dari pelajar tingkat sekolah dasar, es em pe, es em a, mahasiswa dan karyawan atau pegawai, awalnya saya menerima beberapa panggilan telpon yang cukup meyakinkan, namun ternyata mereka hanya sekadar menonjolkan saja, alias tidak serius.
Tapi kelas bahasa inggris sudah dimulai sekitar 2 Minggu, saya punya empat lokasi yaitu di jatirosa, toyota, mutis dan di rumah saya,
Yang di jatirosa, elena dan evita, mereka bersekolah di tunas bangsa, keliatanya mereka mendapatkan didikan yang baik, terlihat dari kemampuan dan sikap yang ditunjukan, elena lahir tanggal 25 oktober, dan evita lahir di tanggal 14 pebruari, dengan hobi yang berbeda, kalo si elena menyukai travelling, sedangkan evita memilih dance, untuk makanan kesukaan elena lebih tertarik sama bakso, dan dia pengen menjadi seorang psikolog. Dia cukup serius dalam belajar, awalnya waktu belajar, saya mempelajari juga materi yang mereka miliki, dari buku terbitan malaysia. Apakah kemapuan mereka ini dipengaruhi komunikasi dengan orang tua yang sering memakai bahasa inggris. Saya pikir mungkin akan lebih bermanfaat juga buat yang sedang membaca tulisan saya ini, agar dicontohi. Jadwal belajar mereka dua kali seminggu, yaitu tiap selasa dan jumat, dari jam empat lebih sepuluh sampai pukul setengah enam lebih sepuluh menit.
Materi yang saya berikan diambil dari panduan materi belajar bahasa inggris yang setingkat dengan level mereka, selain itu juga bahan dari pelajaran mereka di sekolah. Saya juga sempat mengajari mereka lagu twinkle twinkle little star dan mary had a little lamb.
Metode yang saya bawakan membuat mereka memiliki kesempatan untuk berbicara, seperti tanya jawab sederhana, atau bertanya berantai.

Lain lagi dengan kelas yang saya mulai di mutis, awalnya ada reint dan anggun, kemudian ditambah lagi dengan geri, kalo mereka ini bersekolah di sekolah dasar lentera, kemampuan mereka cukup baik, saya hanya perlu menambah hal hal yang mereka perlu ketahui akan tetapi dengan pendekatan yang lebih nyaman. Yaitu dengan mengajar tanpa mendikte, walaupun saya harus mengupayakan seolah-olah seperti teman sepermainan mereka,
Reint adalah anak yang cerdas, bisa dibilang super aktif, karena saya menghindari hiperaktif yang kalo diliat sebenarnya dia punya bakat kesana, anggun lebih pendiam, kalo ditanya kebanyakan tidak mau menjawab, apakah mungkin karena dia memiliki sifat pendiam bahkan pemalu, tapi anak ini lebih sering tersenyum daripada menjawab.
Berbeda dengan geri yang sudah kelas empat,walau kemampuan pas-pasan tapi dia mulai menyukai bahasa inggris, cuman saya membatasi lamanya waktu belajar dan pemberian tugas, karena dia tidak suka dengan metode ini, awalnya dari guru di sekolah.
Pada pertemuan belajar ketiga, si geri datang dengan buku latihan yang terdiri dari pelajaran yang akan di-ujikan di sekolah sebanyak dua unit pelajaran, saya mencoba menerangkan dan memberi pemahaman yang mudah bagi si geri, setelah pertemuan keempat, saya diberi tahu bahwa anak ini mendapat nilai 99 pada ujian tersebut.
Mengajar di mutis, saya mencoba dengan pola mengajar dengan tanya jawab sederhana, bertanya berantai dan menyanyi.
Di toyota agak sedikit berbeda, saya menghadapi anak yang kurang serius dalam belajar, dan dari orang tua, begitu tau saya berkeyakinan sama dengan mereka, diminta kalo boleh tolong memberikan pelajaran yang berhubungan dengan peningkatan moral spiritual. Ini sebuah tantangan bagi saya, memulai belajar pas di ulang tahun saya, ketika belajar, dia sudah menampakan sikap yang sudah saya duga, dimas banyak bertanya akan hal-hal di luar dari materi yang saya sampaikan. Bukan ngelantur, tapi tidak jelas juga pertanyaan yang diajukan. Apa saja ditanyakan, tapi saya dapat menjawab semua pertanyaan yang diajukan. Dimas bahkan mau bermain playstation. Padahal masih saatnya belajar, dia bilang ke saya, kalau pa guru punya waktu nanti kita main playstation, saya hanya menjawab apa adanya saja.
Saya masih membutuhkan waktu dan metode yang tepat untuk membantu mereka dalam mengupayakan keinginan mereka dalam menguasai bahasa inggris.
Kalo mengajar di rumah, saya punya kelas di hari sabtu sore untuk pelajar es de, ada yang bergabung, namanya aprizal, anak ini awalnya agak kaku dalam menerima pelajaran, saya kurang tau persis seperti apa keadaan belajar mengajar yang dia hadapi di sekolah, dia berasal dari sekolah dasar negeri di sekitar kelapa lima, pada pertemuan belajar pertama, dia diantar sama orangtua dan adiknya, saya punya banyak materi untuk peningkatan belajar anak-anak, namun saya memilih bahan yang mudah dipelajari, ada satu modul yang saya berikan untuk dikopi.
Orangtuanya peduli dengan apa yang diinginkan oleh aprizal, katanya dia juga pernah diajari bahasa inggris beberapa tahun lalu sewaktu ada kerabat dari kampung yang kuliah di english department dan tinggal bersama mereka, kalo soal mental, saya tidak bisa mengomentari.
Pertemuan berikut dia belajar dengan cukup baik, cuman agak terganggu dengan batuk kecil, dan sepertinya dia terserang flu, kata orangtuanya.
Saya membantu dia dalam membaca dan saya menuliskan cara membaca dalam bahasa inggris pada fotokopi-an si aprizal. Satu hal yang saya lihat dari dia, kalo pengucapannya mendekati perfect.
Untuk kelas karyawan, saya punya seorang peserta, Jori, resign dari sebuah el es em ternama setelah bekerja sekitar tujuh tahun, dengan profesi baru sebagi pns,
Untuk ini saya lebih memakai banyak metode berbicara yang memungkinkan peserta lebih memilih untuk mengungkapkan apa saja yang menjadi opini mereka.
Untuk kelas ini, waktunya satu setengah jam pada hari selasa dan jumat. Tapi setelah dua kali pertemuan belajar, saya memberikan bahan materi belajar untuk level intermediate untuk dikopi, dan hal tersebut memberikan pengaruh pada kemampuan dasar yang berhasil diasah kembali.
Ada materi tambahan misalnya, listening yang saya ambil langsung secara live dari english radio, dan materi mengenai angka dan jam yang  katanya mudah, namun diacuhkan sehingga membuat bingung di kemudian hari.
Pelajaran yang saya ambil, jangan meremehkan hal kecil, karena kita menyulitkan kita sewaktu kita menangani hal yang lebih besar.
Saya mengharapkan lebih banyak peserta untuk bergabung pada kelas bahasa inggris yang saya tangani.




No comments:

Post a Comment