Friday, 30 August 2019

Copy paste

TAK BISA DIDIAMKAN LAGI,
KELOMPOK SEPARATIS/TERORIS TELAH MENYUSUP.

Kami cinta Papua, karena Papua adalah NKRI.
Tapi kami sangat mengutuk orang2 atau kelompok2 Separatis/Teroris yg ada di Papua. Mayoritas masyarakat Papua pro NKRI, namun segelintir separatis/teroris terus memanaskan situasi hingga tak canggung lagi membunuh aparat negara & merampas senjata aparat, jelas itu perlakuan BIADAB.

Negara TAK boleh DIAM, jika para elit republik ini terus menutup mata, maka sama halnya mereka mempecundangi harga diri Bangsa Indonesia. Entah mengapa nyawa aparat negara kita seakan tiada arti bila tewas ditangan Separatis/Teroris ditanah Papua, seolah petinggi negeri ini membiarkan berlalu begitu saja. Tak ada resfon AMARAH atas nama Keutuhan Bangsa Indonesia. Sungguh sangat jauh berbeda perlakuan penanganannya kpd mereka (kelompok) yg kerap dituding intoleran.

Kelompok Separatis/Teroris dari Papua bahkan tak ada lagi rasa takut secuil pun, mereka telah meludahi muka petinggi negeri ini dengan mengibarkan Bendera Bintang Kejora/OPM didepan Istana Negara Republik Indonesia. Sungguh sangat memalukan, harga diri MERAH PUTIH kita telah di injak2. Lalu mengapa kalian hanya DIAM jenderal..? mengapa tak terlihat darah kalian mendidih sedikit pun..? Jika kalian tak mampu bertindak tegas & menjaga wibawah NKRI, maka MUNDURLAH..!!

Namun jika kalian masih cinta NKRI maka bertindaklah, kami tahu  kalian sudah sangat paham apa yang harusnya kalian lakukan. Persetan dengan HAM untuk pelaku Separatis/Teroris yang JELAS MAKAR. Sejengkal tanah pun mereka (Separatis/Terosis) tak boleh pijak dinegeri ini.

Jenderaaaallll.. bicaralah, beri Komando, kami yakin prajurit2 bahkan rakyat sipilpun diseluruh penjuru negeri ini sd sangat siap & tak sabar lg menanti perintah SERANG..!
Dan kita akhiri semua itu atas nama kecintaan kita pada negeri ini.

Sekali lagi kami sangat mencintai Papua, tapi TIDAK dengan mereka yang terus merongrong Kebhinekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

NKRI HARGA MATI.

No comments:

Post a Comment