Tuesday, 21 April 2020

Mencari nama dan pujian. Wajar saja, tapi kalau keranjingan itu sudah ga benar. Sampai detik ini belum terlalu mengenal karakter dari mereka yang terbiasa mengusung popularitas dengan mengajak silaturahmi lewat kumpul ala paguyuban meeting. Lihat saja siapa yang berdatangan. Tanpa diundang pun akan gabung sendiri, ga butuh ajak-mengajak. Sayangnya hanya sementara doang. Setelah beberapa kali kebiasaan si pencari nama sudah agak memudar alias tidak menjamin untuk hangout with favorit team, disitulah akan nampak siapa-siapa saja yang masih bertahan. Daripada galau melulu mending memikirkan sesuatu yang nilainya jauh diatas sekadar group casciscusers.

Monday, 20 April 2020

Modal bagi sebagian besar usaha

Wah, rupanya sumber-sumber modal awal untuk usaha yang bahkan sudah menduduki peringkat The world Top 500, sebagian besar bersumber dari tabungan pribadi. So, gimana kalo ga punya kecukupan sumber disini, apakah harus mundur. Ternyata ada sejumlah ramuan yang turut ambil-alih dalam menciptakan keberhasilan, yang dikemukakan sebagai berikut, Focused, Fast, Flexible, Forever-innovating, Flat, Frugal, Friendly dan Fun.

Kesemuanya itu secara utuh dan berkembang menaruh perhatian untuk tetap sigap dengan cekatan, tanpa perlu memaksakan diri untuk menjadi besar, namun menuju untuk terlupakan dan hilang begitu saja.

Ngapain aja di dunia online

Dari sebuah petikan iklan radio, seyogyanya orang Indonesia itu menghabiskan enam hingga tujuh jam sehari untuk mengakses media sosial. So what. Bukankah dunia sekarang sudah jaman teknologi, kan apa-apa butuh koneksi internet. Aku pilih no comment untuk hal ini. Banyak aktivitas, apalagi di saat gencarnya Work From Home, apapun dan seperti apapun gadget yang dimiliki itu selalu di ujung jari.  Berkomunikasi yang baik, pantas lah. Menggunakan waktu sampai lupa atau bahkan membuat terbengkalai aktivitas utama. Sebaiknya direncanakan lagi jadwal harian, bila perlu dengan ketat, karena belum tentu akan mencapai seratus persen target.  Aku bahkan punya banyak pertimbangan setelah go online, umumnya berasal dari ide atau sharing yang sempat masuk di inbox. Beralih ke dunia kerja online itu tidak saja keren namun meminta keseriusan dalam menggunakan waktu dalam menjalaninya. Tidak cukup hanya berleha-leha dengan sekadar i have just done it for no reasons at all.  Apakah aku hanya pengen eksis atau sekadar mencari pengakuan bahkan rasa ingin diterima karena ketergabungan dengan suatu kelompok online, apalagi yang member nya itu berafiliasi dengan top people. Aku berusaha untuk mengembangkan hal yang sejatinya dapat mendorong aku untuk terus maju dan menemukan hal yang tersembunyi di balik tiap pembelajaran hidup.

Sunday, 19 April 2020

Itu Levi pasti

Percaya boleh kalo tidak juga bukan keharusan. Dari kesan perjalanan ke kawasan Tilong di wilayah administratif kabupaten Kupang. Hari Minggu itu berlalu dengan kegiatan hunting lokasi tanah yang sudah dibeli oleh rekan beberapa tahun lalu, sekitar lima tahunan lah. Karena kuatir tidak terurus dan sudah ada perubahan di lokasi, maka kami putuskan untuk menemukan lokasi tersebut. Berputar-putar tidak jelas dengan kebingungan pada kami semua. Jadinya sudah mahir dengan daerah itu karena lebih dari dua kali berbolak balik arah. Mana peta juga tidak ada, ini yang namanya nekad. Untungnya cuaca mendung sejak berangkat dari kota Kupang. Sampai sudah tidak tahu lagi bagaimana caranya untuk menemukan lokasi, rekan kami menghubungi si bapak pejabat yang punya hak jual beberapa tahun silam. Tempatnya lagi di-steril dengan kuasa alam, atau kekuatan gaib. Dan mereka juga maunya agar nanti disepakati untuk berangkat bersama karena ada sejumlah pembeli lahan yang sampai detik ini belum pernah menyambangi lokasi yang sudah dibeli. Berat hati menunggu, kami meneruskan perjalanan hingga sampai ke lokasi yang dituju, padahal itu bukan lokasi sebenarnya. Disinilah satu rekan mengalami apa yang kata orang lokal, dia ada injak kena orang pung levi tu,. Semacam terganggunya kesehatan akibat dari melangkahi tempat yang dilarang, sedangkan keliatan bahwa tidak ada larangan sama sekali untuk melintas. Kecurigaan kami bahwa banyak orang yang masih menggunakan kuasa kegelapan secara sembarangan dengan alasan untuk proteksi lahan mereka dari pencurian,.dan lain sebagainya. Susah dipercaya ya, sekarang yang ada malah menimbulkan masalah baru, jika demikian jangan berharap banyak untuk kesejahteraan wilayah jika penghuni yang ada mengabdikan diri dengan kuasa yang bertentangan dengan ajaran kekristenan. Sampai kapan masih mempercayai dan beriman kepada dunia jahat tidak kasat-mata yang bisanya hanya mencuri, membunuh dan membinasakan. Tapi ujung-ujungnya  masih harus mempertanggung-jawabkan perbuatan mereka di pengadilan akhir yang mengahantar kepada kebinasaan abadi.

Jang paksa bekin diri inti ju hang

Waktu ame beberapa barang dari Fatukoa sore tadi, b pung kawan kastau kalo ada dia  pung sodara yang bantu muat barang kana togor karna katanya lewat orang pung depan ruma son togor. Ini keliatan mungkin serius ha, tapi sebenarnya mungkin maksud tidak bagitu. Itu orang kek makan puji karmana ko, harusnya biasa sa, te ada baru tenga satu bulan di itu tampa ju ma su bekin tingka ke mau cari pujian. Jang rasa su pung bemo ko andia mo bekin orang ju ma son pake lia ju. Itu orang yang lu mau togor tu ada buru buru ju hang, ko kanapa dia musti togor sang lu. Kan lu son ada di muka ruma ju. Ko lu pemimpin besar apa talalu ju. Bikin biasa sa, kaka. Ko lu ju biasa lewat orang pung depan rumah ju mana lu ada perna togor, ato lu pi tenga di planet mana ko, jadi lu bisa bebas bekin ame lu pung aturan sandiri. Jang talalu makan puji do. Talalu lebe-lebe. Inga ho banya orang yang terganggu deng lu pung kariang.

Diatas itu adalah kisah dalam bahasa Kupang, walau sesungguhnya bukan bahasa Kupang asli dan sejati. Hanya petikan saja, yang rupanya tidak banyak berbeda dengan bahasa Indonesia secara umum. Namun, apakah mudah diserap untuk yang baru pertama kali berada dalam zona bahasa dimaksud.

Saturday, 18 April 2020

Belum saatnya ganti henpon

Sekitar sebulan lebih henpon makin panas, terasa kalo lagi online dengan kelas. belajar. Bisa jadi karena kecerobohan. Henpon aku sudah terpakai kurang leboh tiga tahun. Sebelumny sempat punya Lenovo, seri 6000 begitu. Tapi henpon hilang, entah jatuhnya di mall atau di jalan, lupa. Pernah juga dicari dengan bantuan GPS tapi ga nemu juga, jadi wajib punya henpon lagi. Waktu itu ga banyak pertimbangan untuk punya henpon, harus 4g lah, atau ROM/RAM yang penting juga selain kamera yang cukup baik, katakanlah demikian. Jadilah aku tertarik akan Polytron 4g501 yang menurut pengamatan tidak mengecewakan, apalagi harganya dibawah sejuta rupiah. Bolehlah. Selama menggunakan, amat membantu pekerjaan aku, dan selalu menjadi andalan untuk berkomunikasi, padahal ada juga seri Samsung s2 yang kadang aku pakai untuk sekedar dengar radio atau mainkan musik, tapi enaknya harus terkoneksi dengan speaker aktif pula. Kebiasaan aku sedikit berubah dalam mengelola henpon, agak malas untuk mengecas di pagi hari, jadi sebelum beranjak tidur, aku biarkan henpon dicharge sampai keesokan harinya, alhasil performa panas juga makin mrningkat, tapi kualitas baterainya masih mantap, lho. Yang aku alami, kalo gunakan aplikasi Zoom misalnya, henpon cepat panas dan kalo menonton video di Youtube apalagi, jadi kurang nyaman saja. Tadi pagi kebetulan aku ga punya online class, jadi sempat nyari-nyari aplikasi yang sebisanya bisa membuat dingin henpon aku ini. Pas ketemu dengan Clean Master, jadinya aku ga kuatir untuk saat ini harus ganti henpon, karena sangat membantu dalam mempercepat henpon lebih dingin. Bisa coba untuk mengambilnya secara gratis di playstore.

Thursday, 16 April 2020

Pendaftaran ELTA 2020 diperpanjang

Tetap semangat buat kamu yang sedang mempersiapkan lamaran buat ELTA 2020, dari situs resminya ada perpanjangan waktu pendaftaran online yang sebelumnya di tanggal 17 April 2020 diundur sampai 30 Juni 2020. Persiapkan semua yang dipersyaratkan. Saya juga sempat browsing via australianawardsindonesia yang menampilkan detail info mengenai proses melamar beasiswa ke Australia. Yuk, berlatih dari sekarang, maybe you are the next scholarship awardee... Horeeee ...