Terik siang di kota Kupang cukup memusingkan. Lalu lalang kesana kemari dengan kendaraan roda dua terbilang mudah namun membikin kesal karena keseringan memergoki pengendara yang ugal-ugalan. Bagaimana tidak, mobil dengan seenaknya mengambil porsi pengguna jalur lain, belum lagi sepeda motor yang saling menyalip dari kiri dan kanan membuat terjaga setiap saat.
Melintaslah sebuah kendaraan besar, karena beriringan maka dilihat bahwa saat mau menelusuri jalur baru, mungkin saja dia akan berbelok. Namun, agaknya aku keliru. Ternyata kendaraan tersebut tetap berada pada jalur yang aku ambil. Seperti itulah pertimbangan kita akan sesuatu yang dapat saja kita alami. Kita berupaya agar segala sesuatu dapat berjalan dengan baik, namun kadang hal yang kita dapati terkadang memblokade arah yang kita ambil. So, jalani saja. Tunggu sampai waktu kita tiba untuk mengambil langkah maju dalam mengejar ketertinggalan yang ada.
No comments:
Post a Comment