Menjadi kristen yang militan. Tidak dapat ditawar dengan apapun. Ketika Tuhan hendak menolong kita, apakah kita siap. Bagaimana dengan keterikatan dosa yang sudah terjadi selama bertahun-tahun. Perlu komitmen yang teguh. Hal-hal yang dilakukan tidak pantas dilakukan oleh banyak orang kristen, kehilangan integritas. Dalam Ef. 6:12-17, jika diperhatikan baik-baik, kita memperhatikan bahwa pemerintah adalah wakil Allah, namun disini dikatakan bahwa pemerintah harus dilawan. Membuktikan bahwa ada juga pemerintah yang bukan berasal dari Tuhan, karena kenaifan dari umat Tuhan. Kita sebagai orang kristen jaman Now lebih kurang dalam berpikir positif. Ada gereja yang memanfaatkan momentum politik dalam menggalang sumbangan. Hal yang berupa mamon, masih banyak yang belum memahami akan iman. Banyak pengajaran yang kurang mencerdaskan. Sedikikt mengenai politik, yang berarti banyak taktik untuk mengusahakan kesejahteraan bagi rakyat. Pemerintah dengan unsur politik mengandung kaitan dengan wakil rakyat, suatu tugas dan peranan yang penting untuk mengupayakan kebaikan bagi banyak orang. Bagaimana dengan orang kristen yang tidak mengambil peran dalam mengusahakan kesejahteraan bagi banyak orang. Menemukan komitmen seperti apa yang akan tetap kita lakukan, kita perlu memiliki visi untuk mengatasi kesenjangan, kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan. Menjaga kehormatan diri dan Allah yang kita sembah. Memperhatikan kesiapan hati, tindakan iman dan tindakan rohani,keduanya saling berkaitan, dimana setelah kita mengetahui firman Tuhan kemudian melakukannya untuk suatu pembaharuan hidup, sehingga pelayanan kita tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain. Kita harus jaga agar kita tidak dipermalukan. Jika pelayanan dilakukan secara aktif namun kelakuan hidup tidak memunculkan kebaikan, apakah yang bisa dikatakan mengenai hal tersebut. Perlu mengusahakan kerelaan untuk memperhatikan hal yang utama atau inti di dalam pelayanan. Jauh dari keinginan untuk mencari keuntungan pribadi. Fenomena ketersediaan sumber daya alam dengan sumber daya manusia menjadi paradoks dalam menentukan kekayaan suatu negara. Perubahan pola pikir sangat mendasar dilakukan untuk mencapai kemajuan. Merubah aturan dalam menangani persoalan yang sering timbul, bagaimana baiknya menciptakan harapan bagi masyarakat. Kebenaran harus diberitakan. Saat ingin tampil untuk menjadi lebih baik, memungkinkan kita untuk dilirik kapan saja. Seorang pemimpin tidak lebainisme, tidak menunjukan kelemahannya. Orang bijak perlu menyelidiki setiap berita atau informasi yang diterima, tidak ngawur dan saling menghujat. Mengakui kelebihan seseorang dan rela belajar dari orang lain. Menanamkan sikap berpikir positif sejak dini. Sebuah ketopong melindungi kepala untuk menjaga pikiran pikiran kebenaran. Menjalani tahapan iman memungkinkan kita menemukan kehidupan kekristenan yang lebih bermakna. Melihat berkat yang tidak terduga, yang disiapkan Tuhan bagi kemuliaanNya.
No comments:
Post a Comment