Setiap orang pilihan Tuhan, pertama tama harus sadar akan panggilanNya, dan miliki hati yang mengasihi Tuhan. (1 Samuel 3:1-8)
Sadar dan mengerti akan panggilan Tuhan, saat Samuel 3 kali mendengar suara panggilan, yang dikiranya adalah suara nabi Eli. Memiliki kepekaan akan panggilan atas diri. Ketaatan juga diperlukan, dengan sikap hati untuk menerima. Lalu menjawab atau menanggapi panggilan Tuhan.
Untuk dapat menghasilkan buah, kita perlu tinggal di dalam Tuhan, dengan mengandalkan Tuhan dalan segala hal(Yoh.15:4), kita harus kenal pribadi Kristus. (1 Yoh. 4:7, 10), berserah penuh pada pimpinan Roh Kudus Allah itu kasih, mengenali/memperjelas panggilan/tujuan, kita tahu bahwa kita dipanggil Tuhan sebagai murid Kristus, mau diajar dan mengajar, (Mat.5:13), menjadi garam dan terang, garam itu memberi rasa, mengawetkan dan mencegah pembusukan, kerusakan moral di tengah-tengah dunia, memperbaiki hubungan kalau terjadi konflik di tengah keluarga atau pertemanan, membawa dampak positif perubahan kepada orang yang berada di sekitar kita. Menjadi terang, menerangi kegelapan, agar tidak mengalami ketersandungan. Tugas kita untuk menyingkirkan kegelapan dan meelanjangi perbuatan-perbuatan kegelapan (Ef. 5:8-9), dan membimbing orang untuk datang kepada Kristus, dalam hal melayani, kita perlu kepekaan, tidak mencari keuntungan bagi diri sendiri, kerjakan saja apa maunya Tuhan, tidak usah menjadi sedih atau kecewa kalau pelayanan kita belum ada hasil. menyelesaikan tugas dengan penuh tanggung-jawab. Lakukan pekerjaan dengan tanggung-jawab penuh. Jangan pernah takut kekurangan. Tidak usah ragu. Setiap orang percaya harus pergi memberitakan Injil, dan Tuhan pasti menyediakan jiwa jiwa dan pergi untuk menghasilkan buah, dan hanya jika tinggal di dalam Kristus, kesuksesan disediakan bagi orang yang melakukan perintah Tuhan dg penuh tanggung jawab, penyertaan dan perlindungan Tuhan akan membawa kita dari kesuksesan yang satu kepada ksuksesan yang lain dalam hidup. Tujuan Tujuan semakin tajam bila kita melakukan hal-hal yang berhubungan dengan tujuan tersebut. 2 Tim. 4: 2.
No comments:
Post a Comment