Friday, 12 July 2019

Belajar dari Penginjilan

Hal sederhana yang dapat kita lakukan. Visi Yesus adalah menjadikan segala bangsa muridNya. Sebuah perintah yang tertanam, kita perlu mendapatkan keselamatan sebelum kita terjun ke dalam penginjilan. Yesus memiliki waktu sekitar tiga tahun lebih untuk memberikan pengajaran atau penginjilan kepada para murid. Waktu yang diberikan untuk mempelajari dan memahami dengan baik sebelum kita menerapkan penginjilan. Tuhan ingin kita lebih dari Paulus, Petrus, dan yang lain. Harus berani untuk lebih GILA bagi Tuhan. Semakin hari seharusnya kekuatan yang dihadirkan semestinya jauh lebih besar, berdampak luas. Temukan apa maksud Tuhan dibalik apa yang Dia kehendaki untuk penempatan kita. Kita harus berani untuk berdiri bagi segala sendi kehidupan kita. Berani untuk merubah, melihat potensi yang ada di daerah dan bangsa kita. Setelah menerima Yesus, kita menemukan segala sesuatu yang baru dalam Yesus. Kita merupakan bait Allah yang mana Roh Allah berdiam di dalam kita. Mindset kita adalah supernatural. Yakni pada benih Firman Tuhan itu sendiri, yang menjadikan dari yang tidak ada menjadi ada. Kita perlu memiliki pemulihan total sebelum masuk ke dalam penginjilan, pembaharuan gambaran diri yang menjadikan kepercayaan diri kita meningkat. Hal yang dicari dunia saat ini, sehingga siapa saja perlu memahami dengan baik gambaran diri yang sesungguhnya di dalam Tuhan. Lalu kuasa yang bisa merubah keadaan, dunia dan masa depan. Karena Allah tahu bahwa para muridNya membutuhkan kuasa. Tidak tersentuh kuasa Allah. Melampaui segala kuasa yang ada di langit dan di bumi. Semua orang memperebutkan kuasa, karena memiliki peran. Di dalam Tuhan, kuasa memberikan perubahan dari miskin menjadi berkelimpahan. Kita perlu kuasa untuk menobatkan orang, memberikan pengharapan bagi banyak orang. Kita perlu menemukan kuasa yang tidak terbatas. Kuasa Allah merubah pemerintahan dunia bagi kerajaan Allah. Kita harus masuk ke kuasa Allah. Sebagai utusan Tuhan, kita harus hidup pertobatan. Kita harus berani untuk hidup dalam kebenaran. Untuk hidup jujur, kita perlu keberanian. Masa kini, dibutuhkan sesuatu yang maksimal, tidak setengah-setengah lagi. Kita harus menangkan dunia. Kita tidak bisa berperang dengan separuh hati, kita hanya membuang-buang waktu. Belajar dari pengalaman masa pertengahan kehidupan dan pertumbuhan gereja di Eropa. Manusia di akhir jaman lebih banyak dikuasai oleh iblis. Kita harus membawa gereja untuk memberitakan Injil. Karena urusan Bapa kita yang di sorga. Langkah berikut untuk menjadi murid Kristus adalah bergaul dengan Allah. Sebagai anak-anak Tuhan, kita semua sama di mata Tuhan. Kita bukan siapa-siapa, namun Allah sanggup memakai kita untuk kemuliaanNya, karena adanya Roh Allah di dalam hidup kita. Tidak akan ada mujizat tanpa adanya keberanian. Hal ini harus dibangun, dilatih. Terkadang dilatih oleh lembaga, institusi, atau bahkan dari Allah sendiri. Penting untuk memahami akan kuasa Tuhan untuk membuka jalan dalam melaksanakan penginjilan. Adanya jaminan kepastian di dalam Roh Allah. Misalnya, keperluan dana untuk pelayanan. Kita memiliki kuasa yang lebih besar di dalam hidup kita. Penginjilan adalah bagian dari pujian, penyembahan, ungkapan syukur. Hati dan pikiran kita diubahkan, makanan hati adalah dari pikiran. Tugas dari penginjilan adalah perubahan paradigma, siapapun orangnya. Pengenalan yang benar dan baik akan siapa Tuhan dan diri kita, memampukan kita dalam mengatasi berbagai penolakan di ladang penginjilan. Sebagai berakibat pada pemipin yang sejati melalui berbagai tantangan. Kita memiliki visi sehingga kita tahu apa yang akan kita lakukan, pasti berhasil. Mengapa kita melakukan penginjilan. Karena kita mengasihi jiwa-jiwa. Hal ini berlaku pula di dunia sekuler. Menjadi ciptaan baru adalah kembali ke rancangan-rancangan awal Tuhan dalam hidup kita, yakni rancangan kebaikan dan damai sejahtera. Supranatural itu hal yang biasa. Yesus dikenal supaya kita dikenal. Hidup kita untuk Yesus. Apapun yang kerjakan adalah untuk Tuhan. Karunia dan talenta dapat kita pahama sebelum kita menjalaninya. Karena tanda akan menyertai setelah kita melangkah. Roh Tuhan yang mengarahkan kita untuk sesuatu yang harus kita lakukan.

No comments:

Post a Comment