Ams.4:10-23
Hidup kita makin lama harus makin kuat, makin menyenangkan. Makin lama makin sedap.
Status kita adalah hamba Tuhan. Mereka yang semakin bercahaya adalah mereka yang menjaga hatinya, sehingga terpancar kasih Yesus melalui hidup kita. Dengan mengetahui bahwa kita adalah surat terbuka, jauh melampaui teknologi yang ada saat ini.
Mendapat terobosan, kita belajar dalam Kejadian 22. Hal yang jelas nyata dan dapat dibedakan. Karena hidup penuh dengan kesalah pahaman jadi kita butuh terobosan. Rencana Iblis untuk menghancurkan umat manusia. Kita perlu memahami bahwa rencana Allah yang besar untuk menyelamatkan manusia. Tuhan bahkan menulis di pintu surga untuk semua umat yang diciptakanNya.
Allah ingin kita mengikuti rencanaNya. Lalu bagaimana caranya agar kita mendapat terobosan itu, setelah Abraham mengikuti Tuhan dan memperhadapkan dengan berbagai berkat yang Tuhan sediakan baginya, setelah dia berpengalaman dan dituntun Tuhan, ia mendengar suara Tuhan. Tetap dekat dan mendengar Tuhan. Berkat dan pertolongan Tuhan dalam hidup kita bukan bergantung pada kemampuan kita dalam berdoa. Pemahaman Ulangan 28, adalah bahwa masing-masing kita mendengar apa yang Tuhan katakan. Mendengar terus-menerus. Gambaran manna yang selalu diberikan setiap hari. Bukan pengalaman atau pengetahuan yang menjadikan kita memperoleh terobosan. Ada perbedaan yang sangat besar antara rancangan Tuhan dan rancangan manusia. Wahyu 2:7, dikatakan bahwa mendengar selalu utama, itulah gambaran ketujuh gereja Tuhan yang disampaikan agar mendengar suara Tuhan. Kita membutuhkan the fresh annointing.
Pelajaran lain yang dilihat yakni, adanya kesiapan untuk kehilangan. Banyak alasan diantaranya adalah karena kita takut ditinggalkan, takut berada dalam kesendirian. Di dalam penderitaan, kesusahan, kesendirian, kita menjadi terang, cahaya bagi perubahan. Dimana bangsa yang terlindungi dari berbagai ancaman karena ada pengorbanan dari anak anak Tuhan. Catatan lain yang dipelajari adalah adanya ketaatan yang tetap diperlihatkan oleh Abraham. Tantangan terbesar orang Kristen sungguh-sungguh adalah logika mereka sendiri. Bahkan mempertanyakan apa yang sekiranya tidak masuk akal, namun logika tidak membawa kita pada kekekalan. Kita perlu percaya dulu baru melihat, berbanding terbalik dengan apa yang diajarkan dunia. Bahkan harus semakin bersemangat. Ditengah segala proses yang dialami, Abraham senantiasa menjaga kebersamaannya dengan Tuhan.
No comments:
Post a Comment