Wednesday, 22 May 2019

One thing about Christianity

Tuhan ingin hidup kita tetap baik. Ketika jiwa kita baik, maka segala area hidup juga dalam keadaan baik. 3 fase dalam kekristenan, justification, darah Yesus yang membenarkan kita, dilanjutkan sanctification, glorification, tubuh kita menjadi tubuh kemuliaan. Salah satu rahasia kebaikan jiwa yakni dengan berpuasa. Dengan cara dan motif yang benar. Maka kita akan diberkati. Dengan sikap dan motif yang berkenan, maka kita akan mengalami terobosan, mujizat, bagi kita dan bagi orang yang kita puasakan. Waktu puasa, kita mencari Tuhan, menanyakan Dia. Dengan kehidupan rohani yang baik, namun Tuhan tidak mengindahkan. Karena sibuk hanya dengan urusan pribadi dan tidak melakukan yang baik terhadap sesama. Mereka punya problem jiwa, masalah emosi. Kegagalan dari kebanyakan tokoh alkitab adalah masalah emosi. Hidup dalam tawar hati, putus asa, kegelisahan, marah, selalu mengeluh. Berada dalam emosi yang bermasalah. Orang yang mantap rohaninya belum tentu sehat dan mantap emosinya. Kedewasaan rohani kita ditentukan oleh kedewasaan emosi kita. Jadi terapi jowa itu penting. Satu dari empat orang di seluruh dunia mengalami gangguan kejiwaan. Ada orang yang mengalami gangguan kejiwaan karena pekerjaan setan, klinis, sakit jiwa normal dimana mengalami masalah kejiwaan namun tidak menyadari, megalomania. Bahkan pendeta pun tidak kebal akan masalah kejiwaan. Tuhan menjelaskan kepada manusia puasa yang Ia kehendaki. Membuka belenggu kelaliman, melepaskan tali kuk dan mematahkan kuk, memerdekan orang yang teraniaya, kemurahan hati terhadap orang miskin, tidak mengenakan kuk terhadap sesama, tidak menunjuk-nunjuk jari dan memfitnah memuaskan hati orang yang tertindas. Maksud dan tujuan puasa yakni untuk orang lain, namun kebanyakan orang berpuasa yang berpusat pada diri sendiri. Ketika kita berpuasa kita lebih menunjukkan kasih kepada orang lain. Jika kita lebih mendahulukan kepentingan orang lain, maka Tuhan akan memperhatikan segala pergumulan kita. Pergumulan umum manusia, kesehatan jiwa, kesehatan jasmani, pernikahan dan keluarga. Kita perlu menolong sesama. Hatinya akan semakin peduli dan bersemangat untuk melayani orang lain. Puasa artinya bepantang makan dan minum. Kita membatasi diri juga puasa berbicara untuk yang keranjingan bicara, atau puasa gadget, televisi. Ada beberapa contoh puasa, disiplin harian, dua atau tiga kali berpuasa dalam seminggu. Puasa Ester, tidak makan minum selama tiga hari. Puasa 21 hari, puasa Daniel, berbuka dengan menu vegetarian. Puasa 40 hari, supranatural. Seperti Musa dan Yesus, tidak makan dan minum selama empat puluh hari. Salah satu berkat berpuasa, memiliki kepekaan akan suara Tuhan.

No comments:

Post a Comment