Tuhan pernah menyesal dengan kelakuan manusia di bumi. Kalau kita melihat kehidupan Nuh, ia berkenan kepada Tuhan. Dalam hal ini, Tuhan mempunyai rencana untuk perubahan. Nuh melanjutkan ciptaan Tuhan dan membawa perubahan besar. Selain Nuh, Abraham juga mengalami perjalanan yang pernah tidak menyenangkan, namun rencana Tuhan tidak pernah gagal. Selama kita masih hidup, proses masih akan terus berlangsung di tengah kejenuhan hidup. Perjalanan Musa, membawa perubahan besar kepada bangsa Israel. Ia mengalami sakit hati sehingga melakukan tawar menawar dengan Tuhan, karena tegar tengkuknya bangsa Israel. Musa seorang gagap yang selalu disertai oleh Tuhan. Lalu apakah kekurangan seseorang dapat dijadikan alasan untuk tidak mengambil bagian dalam pelayanan Tuhan. Dalam diri manusia ada suatu potensi untuk membawa perubahan untuk melanjutkan ciptaan Tuhan. Siapapun dapat melakukan perubahan, dan kembali pada pribadi kita. Berpikir ke depan bahwa dimanapun kita berada, kita dapat menciptakan perubahan, jangan pernah meremehkan akan kemampuan yang ada. Didalam pelayanannya, Dia memberi perhatian tidak selalu kepada kumpulan orang banyak. Suatu ketika, saat Yesus bertemu Bartimeus si pengemis buta tang duduk di pinggir jalan. Yesus tertarik kepada pribadi secara individu yang erat hubungannya dengan Dia, yang selalu berseru kepadaNya. Ia selalu mendengar, masih ada proses dimana Tuhan melihat kesiapan hati kita dalam memahami kemahakuasaan Tuhan. Ada sesuatu yang masih harus diperbaharui dalam kehidupan kita. Temukan sumbernya maka akan terpenuhi apapun yang kita butuhkan, karena Tuhan itu peduli. Bersama Yesus selalu ada perubahan, dan tetap terpelihara senantiasa. Ketika datang di hadapan Tuhan, tanggalkan segala kedagingan kita. Kesombongan, keangkuhan hidup. Bertemu denganNya dengan hati yang bersih. Saat terindah sebagai bonus, saat Yesus bertanya apa yang kita kehendaki agar Ia perbuat dalam hidup kita. Berkat Tuhan itu semata mata bukan hanya secara ekonomi. Karena apapun pemulihan yang terjadi dalam hidup merupakan berkat yang tidak ternilai. Kepedulian yang Yesus lakukan ketika kita berseru kepadaNya. Ketika Yesus melihat Zakheus dalam kumpulan orang banyak, kembali ke bagaimana Tuhan tertarik kepada kita, melalui pujian dan penyembahan yang kita lakukan. Saat Yesus menjumpai kita, Dia tidak memperhitungkan masa lalu kita dan siapa kita. Suatu kehormatan saat Yesus ingin menumpang di dalam hidup kita, padahal banyak orang di luar sana sibuk dengan persungutan apa yang Yesus lakukan dalam hidup kita. Gaya hidup kudus yang diharapkan Tuhan dalam kehidupan kita, yaitu bergaul dengan Allah. Mendekatkan diri dengan Allah, menjauhkan kita dari tekanan hidup dunia moderen. Melangkah keluar dari zona nyaman kehidupan kita. Dan harus ada korban yang harus dibayar sebagai harga, apakah itu uang, waktu, perasaan. Tidak ada yang sia sia untuk Tuhan.
No comments:
Post a Comment