Setelah berputar dengan sejumlah situs yang menawarkan akomodasi, aku menemukan satu situs yakni www.booking.com dimana aku menemukan Da Terra Dili Timor Leste. Rencana kunjungan selama tiga hari di negara Xanana Gusmao. Benar saja, sesuatu yang terbilang cukup mudah, setelah konformasi sana sini, dapatlah aku penginapan ini, dengan bayaran sekitar 24 $ Amerika untuk rencana menginap antara tanggal 24 hingga 27 Mei 2019. Pembayaran pun dapat dilakukan di tempat, jadi tidak usah ragu dengan kepemilikan credit card. Malam di tanggal dua puluh tiga aku kesulitan tidur, mungkin kepikiran dengan perjalanan yang memakan waktu lama dan penyesuaian dengan hal-hal baru selama di atas bis. Aku hanya tidur sekitar satu jam dua puluh lima menit. Lalu sekitar jam lima kurang seperempat aku dihubungi oleh sopir bis Timor Travel untuk penjemputan, meskipun bis baru datang sekitar hampir satu jam kemudian. Menuju ke pangkalan bis Timor Travel, masih menunggu lagi sekitar setengah jam sebelum melanjutkan perjalanan, dan kebetulan dapat bis yang agak lumayan bersih. Aku duduk di kursi nomor tiga, pas deretan di belakang penumpang yang bersebelahan dengan sopir. Suasana cerah dan sedikit dentuman musik membuat aku bertambah lelah dan mengantuk , demikian juga dengan penumpang yang lain. Tiba di Kota Soe, kami turun sejenak, menyegarkan diri dan menyempatkan diri ke toilet. Dalam perjalanan ini, aku sudah mewanti-wanti diri sendiri untuk turun atau singgah untuk buang air hanya saat bis berhenti. Begitu sampai di Kefa, kami singgah untuk makan di rumah makan Padang, sistemnya prasmanan, aku ambil nasi, rendang dan kuah tahu serta pesan teh panas, meski tehnya terasa hangat-hangat kuku. Harga yang aku bayar tiga puluh ribu rupiah. Masih di Kefa juga, aku beli jeruk seharga sepuluh ribu untuk empat buah, sedikit kecut. Padahal dibilang jeruk manis.hehehe. Bis melaju dan begitu tiba di Atambua kami turun dan beristirahat sejenak kurang lebih tiga puluh menit dan perjalanan dilanjutkan lagi sampai ke perbatasan Indonesia Timor Leste. Terakhir kali ke Dili, suasana pos perbatasan terlihat amat sangat sederhana sekali. Tapi suasana jauh berbeda saat ini, kayak lebih ramah lingkungan dan terkesan profesional. Setelah melewati sejumlah pengecekan dan pengisian kelengkapan administrasi di Imigrasi, melintaslah kami ke perbatasan negara tetangga. Masih harus melewati sejumlah prosedur keimigrasian negara tetangga dan melakukan pembayaran visa kunjungan sebesar 30 USD untuk periode kunjungan selama 30 hari. Memasuki negara Timor Leste, terlihat begitu banyak perbaikan jalan yang membuat aku hampir saja kenyang dengan debu yang menghalangi jalannya bis. Namun pemandangan alam pantainya dan tebing terjal seakan menghapus semua kesan buruk itu. Jadi, aku enjoy saja, begitu memasuki Timor Leste, bis masih mengantarkan sejumlah penumpang ke alamat mereka masing-masing, aku beruntung karena sempat ikut berputar dengan bis, jadi menambah pengenalan aku akan jalan jalan yang ada di dalam kota Dili. Aku diturunkan pas di depan Da Terra Dili, letaknya tidak jauh dari Kedutaan Besar Selandia Baru untuk Timor Leste. Thank you, my Lord
No comments:
Post a Comment