Sejumlah artikel yang sempat aku baca mengenai kesehatan, khususnya kaitan antara batuk dan kacang tanah. Katanya tidak ada korelasi antara makan kacang tanah, minum air setelah itu dan terjadi batuk. Ini benar aku alami, karena tidak ingin membiarkan kacang bawang super zumba yang aku beli beberapa waktu lalu mubazir, aku coba nyicil makannya, awal tidak ada problem dengan tenggorokan, karena cuaca lagi kurang bersahabat belakangan ini, jadi kalo hanya merasa sedikit ga enak di leher, sah-sah saja. Kemarin aku tidak sengaja, minum air putih setelah menenggak segenggam kacang tanah bawang goreng. Lima menitan berikut, sudah terasa aneh di pangkal tenggorokan. Gatal bukan main, batuk yang terasa panas dan sakit luar biasa tiap kali dentuman batuk. Wah gawat. Aku cari pertolongan dengan demacolin, sebenarnya bukan ide yang tepat, tapi ga ada jalan lain saat itu, lumayan membantu sekitar lima belas menit doang. Aku coba lagi dengan menemukan sisa kencur dari bumbu dapur yang masih ada, setelah dibersihkan kulit dan dicuci, langsung saja dikunyah. Rasanya tidak karuan, namun ditahan saja, daripada batuk terus. Sempat pakai madu sebanyak dua sendok makan yang penggunaannya langsung diminum, terus bikin teh hitam hangat yang tidak terlalu manis. Finally, it's relieved. Tapi apakah kacang tanah si biang keroknya. Kemungkinan alergi juga dengan debu dan cuaca panas yang mempercepat pengeluaran cairan tubuh. Sebelumnya tidak seperti ini. Aku berusaha untuk tetap mengkonsumsi air hangat, untuk melegakan tenggorokan. Sempat terganggu juga dengan istirahat, karena terbangun saat batuk di tengah malam dengan kondisi mata yang sulit lagi terpejam. Atau mungkin ada suatu reaksi dalam tubuh yang tidak aku pahami, misalnya ada perlawanan sistem kekebalan tubuh terhadap serangan virus atau bakteri. Entahlah.
No comments:
Post a Comment