Sudah beberapa kali aku bertandang ke rumah sakit umum Johannez Kupang. Sekitar seminggu. Berurusan dengan bagian yang memungkinkan aku bertemu dengan orang baru. Berkenalan dan diperkenalkan serta memperkenalkan. Mulai dari bagian yang mengurusi seluk beluk mengenai barang atau jasa yang dibutuhkan oleh rumah sakit. Dengan modal kepercayaan saja, aku dapat tawaran dari seorang rekan. Aku bukan berasal dari latar belakang medis atau farmasi. Bahkan aku juga tidak perlu memahami bidang ini. Kebetulan saja urusan administrasi yang aku lakukan. Terbilang mudah sih iya. Terbilang susah mungkin juga iya. Kesan yang aku dapat dari rekan aku saat on the spot briefing. Ketika aku berhadapan dengan pencairan dana, aku ketemu dengan beberapa teman yang juga menjalankan bisnis pengadaan barang misalnya alat kesehatan dari perusahaan kesehatan yang sudah puluhan tahun malang melintang di negara ini. Dengan kebutuhan pasien yang meningkat dari waktu ke waktu, permintaan melalui tenaga medis juga memungkinkan bisnis pengadaan barang dan jasa bisa berlangsung dengan lancar. Proses permintaan yang datang setiap bulan membuat vendor harus bekerja dengan memastikan segala perangkat kebutuhan yang diminta dapat terpenuhi dengan baik.
Aku tiba pada kesempatan yang mana harus mencairkan cek, dengan proses kliring yang dilakukan pada salah bank daerah yang berkantor di rumah sakit pemerintah ini. Slip untuk kliring sudah habis di kotak slip, aku mintakan ke petugasnya. Mau dibilang cukup ramah, dan terkesan kekeluargaan dalam pelayanan. Aku harus mengisi slip sebanyak dua kali, karena yang pertama ada coretan pada nilai uangnya, tidak baik kesannya, jadi dibikin yang baru. Menunggu sedikit lama, harus mengganti lagi, di kolom keterangan, nama perusahaan, sebelum aku masukan dengan PT di depan, lalu dicek lagi ke sistem, ternyata PT nya itu adanya di belakang nama perusahaan. Tapi, akhirnya tercetak tanpa tulisan PT. Hanya nama perusahaan saja. Dan hal ini harus menunggu sampai dua hari baru bisa sampai ke tujuan.
Jadi sambil menunggu itu, aku dipanggil sama petugas dari bagian Loket di sebelah teller bank, menanyakan apakah saya ada urusan dengan pelayanan kesehatan, karena dilihat bahwa aku sudah lama menunggu sedangkan jam layanan sudah habis dan tidak nampak pengunjung lain. Aku bilang kalau aku lagi menunggu urusan kliring. Tapi aku melihat semenjak pagi aku datang ke ruangan bank, petugasnya cukup cekatan dengan nasabah dan pengunjung. Bahkan mereka juga lebih berinisiatif untuk menghampiri dengan memastikan setiap yang ada sudah terlayani dengan baik. Sungguh indah jika pelayanan publik memberikan keluwesan dalam kinerja nyata yang memudahkan setiap orang untuk menikmati dan mendapatkan hak sebagai individu yang pantas diterima.
No comments:
Post a Comment