Pernah bergabung dengan sebuah lembaga keuangan yang terbesar di dunia merupakan kebanggaan siapa saja. Memiliki peluang untuk mengembangkan diri dan peningkatan kemampuan yang semakin terasah. Aku merasakan hal yang sama semenjak bergabung dengan PT Axa Financial Indonesia lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Meski sempat vakum cukup lama namun pengalaman yang aku alami semasa di Axa memberikan kejelasan dan jaminan yang membuat aku tidak akan pernah meninggalkan Axa. Dimulai dari pemahaman yang sempit akan sebuah konsep perasuransian jiwa. Mengukur dari nilai bisnis semata. Memang, ketika mengambil asuransi apapun produknya, kita membeli uang besar dengan uang kecil. Dilihat dari beragam manfaat akan peluang kebaikan yang dapat diambil sewaktu-waktu. Manusia memiliki kecenderungan untuk mempersiapkan segala yang baik untuk kehidupannya. Pengorbanan dedikasi bekerja tidak mengenal waktu dan tanpa mempedulikan diri sendiri. Dari waktu ke waktu muncul banyak gagasan untuk menghadirkan suatu sistem kehidupan yang lebih baik. Karena itu adalah efek dari kemajuan jaman. Segala yang berbau moderen pada hari ini bisa jadi akan menyisakan produk jadul setelah dua atau tiga tahun kedepan. Banyak upaya manusia dan bisnis yang semakin mengarah ke penciptaan manusia yang super. Kehidupan di dunia hanya sementara, siapa yang dapat menolak dari sejumlah resiko yang pasti datang dalam hidup, meskipun kita tidak tahu kapan waktunya. Ketidak-seimbangan dalam pola hidup mempercepat manusia mengalami proses alamiah atau suatu keadaan terpaksa. Katakanlah sakit, cacat, kecelakaan, tua bahkan tutup usia. Sejumlah hal ini belum dapat atau tidak dapat dihindari oleh manusia. Tentu tidak akan terlalu rumit persoalan yang bakal dihadapi nanti di kemudian hari jika manusia sudah mempersiapkan dengan baik dari jauh-jauh hari. Ketika mengetahui bahwa bahaya selalu mengintai,membuat kewaspadaan itu perlu. Aku masih ingat dengan istilah sediakan payung sebelum hujan, hal ini akan terasa ringan dan menyenangkan saat melintas di bawah derasan hujan dibanding dengan saat hujan baru mulai mencari payung, syukur-syukur kalo payung ada, tapi usaha yang dilakukan last minute menyebabkan ketegangan baru dan menambah kekuatiran baru. Dari kebanyakan penemuan dari survei yang dilakukan, diamati bahwa sebagian besar manusia menghabiskan asset dalam kesia-siaan dan baru menyadari langkah utama dalam melindungi asset ketika sudah di ambang masalah. Adalah bijak untuk tetap menikmati apapun yang bisa dinikmati dan mengerjakan apapun yang bisa dikerjakan sewaktu mengetahui adanya perlindungan terhadap resiko yang kemungkinan hadir di saat tak terduga. Tidak ada kata terlambat kala kesadaran muncul dalam mengupayakan proteksi atas diri sebagai bagian utama dari pentingnya memberikan perlindungan di saat melek dengan masa depan yang penuh harapan namun berkutat dengan ketidak-pastian. Tentu saja, jika ingin menjadi seorang dokter harus menempuh pendidikan di sekolah kedokteran. Begitu pun ketika ingin mewujudkan impian akan kehidupan yang jauh lebih baik, mulailah dengan mengambil proteksi yang terpercaya dalam menjaga diri dan asset bahkan di saat sudah tidak menjadi bagian di dalam dunia ini.
No comments:
Post a Comment