Saturday, 2 March 2019

Alam marah

Seperti biasa aku punya jadwal ngajar siang di salah satu akomodasi untuk kaum migran. Selalu pukul dua kurang seperempat aku sudah keluar, panas luar biasa, mungkin akan hujan nih, pikir ku. Benar saja dalam perjalanan, mulai terliat awan hitam pekat, apa namanya aku tidak peduli. Setengah perjalanan, mulai hujan, pengen nya berteduh, tapi berat hati untuk mampir, terus saja menuju ke akomodasi, pas tiba, hujan deras langsung mengguyur, seakan sudah nahan cukup lama, kayak hujannya kebelet gitu, hahaha...ngajar seperti biasa, dan... Pas waktu mau pulang, hujannya reda, kayak sahabatan saja yg ngerti saat aku harus balik ke rumah tanpa diguyur lagi, sayangnya di beberapa kawasan sempat alami angin puting beliung, what..?!? Iya, sejumlah rumah berantakan porak-poranda diterpa angin kencang. Waktu liat di youtube, ngeri juga karena kejadian nya dekat sekali dengan tempat yg biasa aku lewati. Aku menyadari akan kemaha-kuasaan Ilahi dalam menaungi dengan tanganNya yg ajaib. Itu kejadian di akhir Pebruari, seakan memberi pesan keras untuk tetap siaga dan waspada karena alam bukan untuk ditakuti namun untuk ditakhluki.

No comments:

Post a Comment