Tuesday, 19 March 2019

Penjala Ikan

Tak kan ada ikan gurih di meja makan, tanpa ada jerih payah nelayan. Daging ikan sumber gizi bermutu tinggi, diperlukan semua manusia. Tiap malam mengembara di lautan, ombak badai menghadang dan menerjang. Pak nelayan tak gentar dengan perahunya, demi kita yg membutuhkan pangan..................teringat lagu yg sempat tayang di TVRI era tahun 1990-an awal. Aku bahkan masih hafal dengan lagu tersebut....menghayati negara Indonesia yg sebagian besar berupa lautan, ingin mengambil peran dalam dunia usaha pemanfaatan kelautan bagi kemajuan bangsa. Aku memiliki kecenderungan untuk tidak bersentuhan dengan laut, apa karena aku kurang atau bahkan tidak diperkenalkan dengan laut sejak kecil. Bahkan, di jaman aku dulu, laut lebih terkenal hanya sebatas sarana transportasi. Belum banyak upaya untuk menghadirkan laut sebagai potensi masa depan yg dapat dikembangkan dan dimajukan untuk mencapai ketahanan ekonomi dan pangan. Dulu, laut itu seakan misteri yg hanya dapat ditakhlukan oleh bangsa Eropa. Padahal, aku juga mengetahui kalau suku Bugis terkenal dengan perahu pinisi yg menjelajah sampai ke benua Afrika. Begitu memasuki perguruan tinggi, baru tahu ada jurusan perikanan, namun hal itu sudah bukan menjadi sebuah pilihan bagi aku, karena aku bahkan tidak tahu apakah aku bisa terjun ke dunia kelautan selepas tamat dari Fakultas Perikanan. Aku ingin agar laut juga dapat dimanfaatkan secara massive guna mendukung perekonomian bangsa.

No comments:

Post a Comment