Sunday, 10 March 2019

Angin kencang melanda Kota Kupang

Karena demam yg berlangsung beberapa hari, aku banyak menghabiskan waktu di rumah. Aku kehilangan kesempatan untuk bersosialisasi semasa sakit. Ga sempat ke pertemuan rohani ataupun kegiatan doa bersama. Rasa bosan mulai melanda. Tapi ga bisa dipaksakan. Karena raga aku juga butuh pemulihan. Perlu istirahat. Walau begitu sejumlah hari aku alami dengan mimpi buruk entah nyata akan terjadi pula seolah aku berada diantara ambang sadar dan tak sadar. Siuman sudah hampir jam satu siang. Mana listrik padam dan dengan sisa sejumlah kecil persentasi baterai hape, aku mencoba melihat apa yg masuk di grup we a. Kaget bukan main karena beberapa jam lalu bahkan masih sedang berlangsung angin kencang yg mendatangkan bencana mobil kena timpaan pohon, bangunan rumah atau atap yg terhempas ke mana mana. Ngeri juga. Dan kejadiannya itu hampir merata di satu kota Kupang. Banyak pesan masuk ke we a menanyakan update terkini dari lokasi bencana. Saya biarkan saja. Karena saya pun mendapat terusan dari we a grup. Jadi saya juga tidak bisa berbuat banyak. Cuman bisa berharap kalo semua ini segera berlalu. Sempat keluar untuk belanja beberapa kebutuhan mingguan di hypermart bundaran pe u. Rasanya seperti tidak ada yg menghebohkan. Walau padam listrik berlangsung sampai hampir tengah malam, namun aku masih bisa bersyukur karena di tengah gangguan alam tadi aku sempat menghabiskan setengah bagian dari buku mengenai politik ekonomi yg aku donlod dari internet dua hari lalu.

No comments:

Post a Comment