Saturday, 2 March 2019

Being a night person

Ada yg berubah dengan kebiasaan. Lama menjalani pola tidur yg morning person trus beralih ke night person, tak disadari. Bukan karena kopi atau suasana hati penyebabnya. Lantas apa. Menjelang pukul sembilan lewat mata masih awet saja, lanjut terus tidak kerasa sudah lewat tengah malam, mau maksain tidur, tapi mata ogah terpejam walau raga sudah di tempat peraduan. Baca dan baca, yg ada ngantuk, tapi susah tertidur. Apa ini yg sebagian orang sebut insomnia. Hal ini bisa berlanjut sampai jam lims atau enam in the morning, kalo begini, apa pun aktivitas di pagi ini bakalan ga bisa dilakukan, gantinya dengan tidur enam sampai delapan jam ke depan. Setelah nya bangun dan ngerasa seperti something had never happened. Model begini yg kadang muncul ketika suasana kamar nyaman, dengan pendingin ruangan yg disetel sekitar delapan belas derajat celcius. Cuman yg dihadapi bikin resah orang lain, karena saat aktivitas sedang on, orang lain pada off..begitu pula sebaliknya, tapi selalu berusaha untuk tidur mengkonsumsi pil tidur, kuatirnya di efek ketergantungan bahkan sekresi kimia dari obatnya sendiri.

No comments:

Post a Comment