Identifikasi malam jumat membuat stigma akan horror. Suatu ketika ada film seri yg dibuat untuk melengkapi ketakutan sebagian orang akan kengerian atau munculnya makhluk-makhluk tidak kasat mata yg digambarkan kemunculannya pada saat Jumat, apalagi ada yg mengaitkan dengan Jumat Kliwon. Aku sendiri malahan ikut-ikutan juga mengikuti pandangan sebagian yg menghorrornisasikan malam Jumat. Iseng ada yg pernah cerita kalo pernah kejadian, dimana ada sejumlah remaja yg bermain hantu-hantuan dengan mengelilingi pohon pisang kala bulan purnama, setelah tiga putaran, ada seorang temannya yg hilang atau pingsan gitu, setelah beberapa jam siuman, ditanya mengenai apa yg dia alami. Katanya waktu putaran ketiga tersebut, dia malah dikejar dan mengejar hantu, jadi teman-temannya sudah berujud lain.
Fenomena apa yg dialami. Believe it or not. Ini suatu kejadian yg berada di luar kendali kita. Sebagai insan yg mengakui keberadaan Sang Khalik, kita juga paham bahwa ada juga sosok invisible yg mendiami ruang di jagad, dengan batasan diluar fisik.
Gentar nya kita sampai kekuatan dari unseen world dimaknai sebagai daya yg dapat mengontrol semesta. Mengenai baik atau buruknya pribadi yg kemudian kita kenal sebagai penghuni alam roh, kita secara mudah membagi atas dua bagian. Bagian baik dan bagian buruk. Kekuasaan yg timbul di awal dan akan terus bertahan. Ini mengenai keabadian karena ketidak-mampuan jasmani dalam mempertahankan eksistensi, yg mana dunia tersebut menjadi pusat bagi keberlangsungan yg akan berhenti pada saat yg sudah diatur sebelumnya oleh penguasa alam semesta. Dilihat dari sisi yg saling kontras, barang tentu ada elemen atau unsur yg membedakan dg sangat jelas. Kenyataannya memang, kedua zat yg baik akan dapat dipadukan untuk mencapai harmonisasi dari sesuatu yg ingin dicapai. Apa saja unsur yg baik itu, tentu saja dapat memenuhi sebagian besar prosentasi dari keseluruhan objek. Bisa jadi diatas lima puluh persen, sehingga dapat dianggap atau dipandang baik. Dominansi dari keutuhan yg ditentukan sejak semula.
No comments:
Post a Comment