Thursday, 7 March 2019

Greg 1

Di Yunani kuno, Olimpiade tidak bersaing untuk mendapatkan emas, perak, atau perunggu. Mereka berkompetisi untuk karangan bunga salam dari kaisar. Di kejauhan, pelari yang kelelahan bisa melihat kaisar berdiri dengan karangan bunga laurel yang akan ditempatkan di kepala pemenang. Sebagai orang Kristen, kita menjalankan ras kehidupan. Kami lelah dari serangan, hambatan, dan tantangan. Lihat kedepan. Yesus adalah tujuan kita berlari. Di sana Dia berdiri, bukan dengan karangan bunga salam, tetapi dengan mahkota. Lihatlah Yesus. Dia adalah orang yang kita hormati setiap hari. Dia adalah orang yang akan kita perjuangkan selama satu hari. Dia yang menjadi sasaran perlombaan ini. Kami tidak melakukannya untuk tepuk tangan. Kami tidak melakukannya untuk ketenaran atau ketenaran. Kita melakukannya agar kita dapat berdiri di hadapan Yesus suatu hari dan mendengar Dia berkata, “Dilakukan dengan baik, hamba yang baik dan setia. Masuklah ke dalam sukacita Tuhanmu. ”Lihatlah Yesus. Jangan melihat keadaan. Juga, jangan memandang orang, karena orang akan mengecewakan. Jangan berharap mereka memiliki kata yang membesarkan hati. Bahkan, terkadang mereka memiliki kata yang mengecewakan. Mereka akan menantang motif Anda dan apa yang Anda lakukan.

No comments:

Post a Comment