James Watt setelah menemukan mesin uap memberikan jalan bagi arah kemajuan dunia memasuki babak baru yaitu Revolusi 1.0. Hal ini memberikan banyak kesempatan bagi para ilmuwan untuk mulai menggunakan kemampuan mereka dalam menciptakan sejumlah mesin yg diharapkan dapat mempermudah manusia dalam bekerja. Berbagai penemuan mesin ditemukan, dan tersebar di sebagian besar kawasan Eropa. Lalu hampir seratus tahun kemudian, Henry Ford seorang yg mungkin terlihat biasa biasa saja mulai membentuk wajah dunia ketika mulai mengupayakan alat transportasi yg sedikit memudahkan manusia dengan menggabungkan beberapa mesin ke dalam penggerak yg diharapkan dapat mengurangi efisiensi dan membuat kenyamanan bagi sisi peradaban manusia, itulah masa teknologi revolusi 2.0 dan hal ini pun hampir bertahan cukup lama dan hampir mendekati satu abad. Manusia mulai berupaya untuk mewujudkan kehidupan yg lebih baik, banyak kenyamanan dan kemudahan ditawarkan sejak masa ini, sejumlah fitur dari produk pun mengalami peningkatan dan mulai merambah ke belahan dunia selatan, yg mana tidak terlalu berkembang di masa revolusi sebelumnya. Yang namanya niat kalo dijalani pastilah ada jalan yg dibukakan. Kemunculan era jaman internet di akhir masa milenium kedua, menandai perpindahan ke era revolusi 3.0 membuat dunia ini seakan lebih dekat dan apa yg selama ini terbatas mulai dirambah dengan jamahan jaringan yg memungkinkan penyebar-luasan informasi secara luas dan tanpa batas. Banyak kegelisahan muncul karena peran internet amat mengintervensi penguasa dunia yg selama ini menguasai hampir sebagian besar sumber pendapatan dunia. Pergeseran mulai dilihat dengan adanya penemuan dan pengusahaan sumber-sumber alternatif baru yg selama ini kurang maksimal dalam pemanfaatan. Dilanjutkan dengan perubahan ke dunia elektronik yg memudahkan manusia untuk mengelola kehidupan. Tidak puas sampai disini, perencanaan dan penggiatan dalam segala bidang terus dilakukan, orang mulai diperkenalkan dengan adanya suatu kumpulan Data yg bersifat massive serta menyeluruh, inilah era revolusi teknologi 4.0 yg dimulai beberapa tahun lalu dan menghadapkan kenyataan manusia akan ketiada-adaan batas dalam dunia teknologi informasi. Era digitalisasi memungkinkan kita untuk melakukan transaksi dalam bidang barang dan jasa secara mudah dan meyakinkan. Penampilan dari revolusi ini diisi dengan sejumlah unicorn baru yg mendukung entrepreneurship. Mengurangi pemanfaatan tenaga manusia, dan mulai mengganti dengan controlled invisible hands. Sejatinya manusia memiliki pikiran dan rasa namun lambat laun semuanya mulai direduksi oleh penemuan kecerdasan buatan yg dipandang lebih efiesien dari sudut waktu dan biaya. Dunia ini terus mengalami perubahan, entah era digital ini mampu bertahan sampai kapan.
No comments:
Post a Comment