Tuesday, 12 March 2019

Pertambahan Usia

Ingat saat ketika hadir di perayaan ulang tahun teman. Tampil berbeda, malu. Mau terlihat seragam tapi kurang berani. Berusaha untuk jadi diri sendiri seakan tak punya keberanian. Saat ramai dengan rekan yang berdatangan, kepikir kalo apa yg dibawa sebagai bingkisan mungkin tak bernilai. Atau apa jadinya nanti kalo pas hadiahnya dibuka, ketahuan isinya. Persiapan perlu juga sebelum menghadiri acara ulang tahun teman. Dan bisa menantang kalo tidak begitu kenal dengan baik. Lalu perlukah terlibat dalam absen muka. Sebagian yg diundang kemungkinan tidak mengharuskan sesuatu. Misal tampil dengan sesuatu yg baik menarik kece elegan wah dan super. Pastinya ada kebahagiaan saat ada teman yg turut hadir. Sebagian besar orang ingin dikenang hari lahirnya karena itu momen yg spesial apalagi kalo perayaan nya berkaitan dengan moment yg penting atau bersejarah. Aku dulu tidak terlalu terbiasa dengan acara ulang tahun, yg aku maksudkan adalah acara hanya mengutamakan pada rasa syukur dan pastinya ada sesi permainan dan saat foto bareng. Setelah puluhan tahun tak jumpa, dikirim sebuah foto kenangan sewaktu perayaan ulang tahun teman, rasanya dunia ini tidak ada batasannya lagi. Sebuah foto sejuta cerita. Melihat kelucuan dan keluguan saat tersebut. Karena masih belum moderen jadi mitos juga masih dipercaya. Aku bahkan punya mitos yg sempat aku yakini selama belasan tahun. Mungkin benar juga, tapi itu terjadi sebagak hasil dari keyakinan kuat yg ada di alam bawah sadar. Dari sebuah gambar berefek sephia terlihat jelas suasana yg nampaknya masih segar di ingatan. Saat teman yg berulang tahun pada hari libur nasional, agak sulit untuk menyempatkan hadir ke pesta ulang tahun. Tapi yg selalu diingat adalah teman yg berulang tahun pada hari Pendidikan Nasional, yang mana setiap selesai gelaran upacara bendera, sekelas bahkan hampir sepertiga rekan satu sekolah yg diundang untuk mengikuti acara syukuran . sangat berkesan karena ada foto kenangan yg kalo dilihat, nampak segala gejolak remaja yg terhias pada lembaran foto di album. Pengen berada di masa masa itu dan ingin menikmati indahnya kebersamaan dan persahabatan. Maunya hidup ini dikelilingi dengan kedamaian yg hakiki. Kita tidak bisa merubah masa lalu tapi kita bisa mempengaruhi masa depan. Aku berhasrat untuk belajar dan tidak mau berhenti. Sampai kapan. Sampai di saat dimana aku tidak bisa belajar lagi. Menikmati tujuan hidup pribadi secara universal, dengan tetap menggalakan kebaikan yg dijalani setiap hari. Menjadi bahagia dengan apa yg dimiliki didasari dengan rasa syukur akan kesempatan yg dipercayakan Tuhan dalam hidup. Terima kasih Tuhan akan bertambah usia yg Engkau beri. Kiranya aku dapat menjadi alat-Mu yg berguna bagi sesama dan keagungan Nama-Mu.

No comments:

Post a Comment