Semua baik. Segala yg ada di alam semesta, berada dalam keseimbangan. Suatu kontrol yg terjadi secara harmonis. Saat menghadapi dunia yg penuh gejolak dan bisa saja terimbas karena pergerakan yg mengikuti ritme nya, sudut pandang menentukan posisi atau letak sesuatu benda atau hal. Memilih cara yg tepat mungkin saja merupakan kebalikan dari suatu titik dimana pandangan dimulai. Apa yg bisa ditentukan disini. Dari arah yg berbeda angka enam bagi seseorang terlihat angka sembilan bagi yang lain pada arah berlawanan. Membangun pola dicermati dari sudut dimana pengamatan dilakukan. Lalu apa yg menjadi ciri bagi objek. Menentukan lebih dulu tujuan dari apa yg akan diamati membantu fokus dalam penerapan tujuan itu sendiri. Bisa jadi keliru dalam penafsiran masing-masing. Ambil hal yg sudah menjadi kesepakatan umum, inilah yg dipandang sebagai kebenaran. Mengesampingkan fakta akan penafsiran lain yg berbeda dianggap sebagai opositas dari keadaan kini. Dalam budaya timur, tidak semua hal baik dipandang baik, mengenai tata cara adat dan kebiasaan, keberagaman perlu dipandang sebagai kemandirian yg tidak boleh terpisah dalam bingkai keutuhan. Membuka diri akan perubahan tapi eksistensi dari otentikasi nilai mesti tetap dihargai. Laksana sebuah rumah yg terisi dengan ruang dan aksesories yg membawa kehangatan bagi penghuni di dalamnya.
No comments:
Post a Comment