Sunday, 3 March 2019

Menjawab kekecewaan

Kenapa harus berhenti disini. Mengapa harus gagal. Apakah tidak ada jalan lagi. Begitulah upaya yg selalu dibikin sebagai protes dalam membatalkan sesuatu atau alasan untuk tidak dapat diterima. Apakah itu dalam mempertahankan suatu hubungan atau tidak bisa menerima apa pun yg sudah atau sedang menimpa. Muncul kesadaran untuk mempertanyakan. Langkah berikutnya bisa mengambil sedikit waktu untuk merenung. Saat menghadapinya dapat dimulai dengan menarik napas dalam-dalam dan membiarkan pikiran terkoneksi langsung dengan semesta. Memejamkan mata dan berkomunikasi dengan sang Khalik di alam bawah sadar. Membuka kesempatan untuk mendengar lebih banyak jawaban atas ribuan pertanyaan akan ketidak-sediaan dalam menerima kenyataan. Berapa kali terjebak dalam pengulangan yg mirip tiap kali menerima kenyataan yg dirasa pahit dan cenderung tak-berpihak. Punahnya kepekaan dalam pribadi bukan karena kerasnya tantangan yg dihadapi atau beratnya problem yg tak kunjung berujung temu. Lebihnya merupakan pendangkalan jiwa yg diakibatkan oleh mengikisnya lapisan dinding hati dalam menyerap dan mentransisi pola yg dianut. Banyak nilai universal dipandang cukup dalam mengubah sudut pemberian relaksasi bagi penyembuhan batin. Betapa besar dan luasnya warisan semesta yg belum termanfaatkan dengan baik.

No comments:

Post a Comment